KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Business Forum yang mempertemukan pelaku usaha Kepulauan Riau (Kepri) dengan pengusaha dari sejumlah negara dinilai menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar baru bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
Namun, pelaksanaan forum tersebut dinilai masih membutuhkan sejumlah pembenahan agar pertemuan bisnis tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi menghasilkan transaksi dan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat ditemui KE Group disela-sela Kepri Internasional Business Forum pada Rabu (23/9/2026) pagi mengatakan, keberhasilan business forum seharusnya diukur dari tindak lanjut bisnis yang dihasilkan setelah kegiatan berlangsung.
“Business forum ini yang kedua. Yang pertama cukup dibilang sukses. Tetapi yang kedua tentu harus dilihat target akhirnya apa. Karena business forum ini harus ada akhirnya, artinya bisnis yang dibawa itu dari kita, bukan hanya dari luar,” ujar Wahyu.
Menurut dia, Batam dan Kepri pada dasarnya telah memiliki kesiapan untuk menjadi lokasi pertemuan bisnis internasional. Namun, penyelenggaraan ke depan perlu dipersiapkan lebih matang, termasuk dalam memperkenalkan produk unggulan daerah kepada calon mitra bisnis.
Wahyu juga menyoroti perlunya pola penyambutan dan pengenalan delegasi dari negara peserta yang lebih terstruktur. Menurutnya, identitas dan latar belakang calon mitra bisnis perlu diperkenalkan sejak awal sehingga pelaku UMKM dapat mengetahui peluang kerja sama yang tersedia.
Dari sisi produk, Wahyu menilai produk UMKM Kepri sudah cukup kompetitif. Meski demikian, inovasi tetap diperlukan agar produk mampu memenuhi kebutuhan dan karakteristik pasar negara tujuan.
“Kalau produknya saya kira sudah lumayan baik dan cukup bersaing. Tetapi tetap perlu inovasi, tentunya disesuaikan dengan masukan dan saran dari para tamu atau calon pasar dari negara mereka,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu mendapatkan informasi langsung mengenai respons calon pembeli atau mitra dari luar negeri. Hal itu penting untuk mengetahui apakah produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.
Wahyu juga menilai sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kekuatan utama yang harus lebih ditonjolkan dalam promosi produk UMKM Kepri.
Dengan karakteristik wilayah Kepri yang didominasi laut, menurut dia, produk berbasis sumber daya kelautan memiliki nilai tambah sekaligus identitas yang kuat sebagai produk daerah.
“Kepri ini sekitar 97 persen wilayahnya laut. Karena itu, produk-produk hasil kelautan dan perikanan harus kita jaga dan ditonjolkan,” ujarnya.











