MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Saham RI, Ekonom Soroti Integritas Pasar

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Tekanan di pasar saham Indonesia dinilai tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis perdagangan, tetapi juga mencerminkan masalah kepercayaan investor terhadap integritas pasar modal. Pemulihan kepercayaan dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya tarik pasar saham nasional di mata investor global.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengatakan penurunan pasar saham perlu direspons melalui langkah nyata dan bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

“Saham kita jatuh dan anjlok karena masalah trust, ini harus dipulihkan dengan aksi yang bertanggung jawab,” kata Didik dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Didik, pasar modal membutuhkan transparansi, tata kelola yang kuat, serta penegakan aturan secara nyata, bukan sekadar regulasi formal. Kesenjangan antara aturan kelembagaan dan praktik di lapangan berpotensi menghambat upaya membangun pasar yang kredibel.

“Regulasi untuk memperbaiki kelembagaan dan tata kelola pasar tidak hanya dibuat secara formal, tetapi juga harus ada bukti nyata di lapangan sehingga pasar bisa dipercaya,” tegasnya.

Didik juga menyoroti kekhawatiran investor terkait keterbukaan struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan praktik perdagangan yang dapat mengganggu kewajaran pasar.

Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara transparan agar investor memiliki keyakinan terhadap mekanisme perdagangan dan perlindungan hukum di pasar modal Indonesia.

“Persoalan utama yang dihadapi Indonesia bukan sekadar masalah teknis, free float saham rendah, dan aksi jual, tetapi merupakan indikasi keraguan investor internasional terhadap integritas pasar, otoritas ekonomi dan pasar modal,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *