ABPEDNAS Kepri Diperkuat, Desa Didorong Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

“Yang penting kita bekerja keras menjaga keamanan, menjaga keutuhan negeri ini. Agar desa-desa kuat, insyaallah negara akan hebat,” ujarnya.

MBG Berpotensi Gerakkan Ekonomi Desa
Pemprov Kepri juga menempatkan sejumlah program prioritas nasional sebagai instrumen yang dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ansar menyebut pelaksanaan MBG di Kepri telah mencapai 87,47 persen dengan cakupan 594.278 penerima manfaat melalui 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tujuh kabupaten/kota.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi apabila rantai pasoknya melibatkan pelaku usaha lokal, petani, nelayan, UMKM dan produsen pangan dari desa.

Artinya, kebutuhan bahan baku program MBG dapat menjadi pasar baru bagi ekonomi lokal apabila dikelola dengan melibatkan pelaku usaha dan kelompok masyarakat di daerah.

Selain MBG, Pemprov Kepri terus mendorong program Kampung Nelayan Merah Putih serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kedua program tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan produktivitas ekonomi masyarakat desa, terutama dalam membangun kelembagaan ekonomi dan mengoptimalkan sumber daya lokal.

“Kita terus mengawal dan tentunya ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa nanti menjadi mitra penting kita untuk memastikan program-program itu berjalan sukses dan baik,” kata Ansar.

175 Desa Jadi Sasaran Penguatan Sinergi

Ketua DPD ABPEDNAS Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan organisasi yang baru dikukuhkan akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan desa di seluruh wilayah Kepri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *