Percakapan sederhana itu menjadi gambaran tentang bagaimana pendidikan di kawasan perbatasan tidak sekadar berbicara mengenai ruang kelas, tetapi juga tentang membuka kesempatan bagi anak-anak untuk membangun masa depan.
SRT 32 Natuna saat ini menampung 180 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Seluruh siswa berasal dari Kabupaten Natuna dan mayoritas berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Muzani mengatakan, para siswa menunjukkan semangat belajar sekaligus memiliki cita-cita untuk memperbaiki kehidupan mereka dan keluarganya.
“Semua itu adalah anak-anak yang tadi kita saksikan bersama. Mereka bersemangat untuk belajar, mereka bercita-cita menjadi orang yang lebih baik dari taraf hidup yang sekarang ini,” katanya.
Bagi anak-anak di daerah perbatasan, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak memiliki arti yang jauh lebih luas. Sekolah menjadi ruang untuk memperluas cakrawala sekaligus membangun kepercayaan diri bahwa masa depan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan.
Muzani menilai fasilitas SRT 32 Natuna sudah cukup baik dan representatif. Karena itu, ia meminta para siswa menggunakan seluruh fasilitas tersebut untuk mendukung proses belajar.
“Fasilitas yang sudah cukup megah, cukup bagus, cukup representatif Sekolah Rakyat ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.











