ALMI Batam: Rantai Industri Perikanan Kepri Siap Jadi Motor Ekonomi Biru

“Penguatan hatchery akan memastikan ketersediaan benih berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Kepri di pasar global,” ujar Osman.

Jika digabungkan dengan sektor pakan, potensi ekonomi baru dari dua sektor ini mencapai sekitar Rp1,09 triliun per tahun.

Bacaan Lainnya

Kontributor terbesar datang dari sektor logistik dan rantai dingin (cold chain). Estimasi nilai pasar mencakup penyimpanan, transportasi berpendingin, serta handling dan packaging.

Dengan rincian, Cold storage: Rp2,20 triliun, Transportasi reefer: Rp4,40 triliun, Handling & packaging: Rp1,10 triliun, serta Total potensi pendapatan logistik diperkirakan mencapai Rp7,70 triliun per tahun, atau sekitar 10% dari nilai produk perikanan.

Osman menekankan bahwa penguatan infrastruktur logistik menjadi kunci agar hasil perikanan dapat terserap pasar secara optimal.

Pengembangan industri perikanan terintegrasi di Kepri diproyeksikan memberi berbagai dampak positif, antara lain membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, memperkuat daya saing produk lokal Dan mendukung ekonomi biru berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi, Kepri berpeluang menjadi hub industri perikanan terintegrasi di kawasan,” tutup Osman. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *