Dengan capaian Rp59,73 triliun, BP Batam masih memiliki pekerjaan untuk mengejar sisa target sekitar Rp10,27 triliun pada Triwulan IV 2026.
Menurut Fary, tingginya realisasi investasi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang juga menunjukkan performa kuat.
Pada Triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.
Sementara sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.
Salah satu dampak paling nyata dari pertumbuhan investasi adalah meningkatnya kesempatan kerja.
Fary mengungkapkan, kegiatan investasi di Batam pada Semester I 2026 berhasil menyerap 40.943 tenaga kerja. Jumlah tersebut meningkat 9.964 orang atau 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 30.979 tenaga kerja.
Dari total tenaga kerja yang terserap, sebanyak 40.423 orang merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI), sedangkan 520 orang merupakan tenaga kerja asing (TKA).
Angka tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas investasi tidak hanya mendorong perputaran ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Ke depan, BP Batam ingin memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja.
