Terkait distribusi trafik, hingga saat ini proporsi penumpang didominasi oleh keberangkatan sebesar 60%, sementara penumpang yang datang berada di angka 40%.
Dalam kesempatan yang sama, Anton menjelaskan langkah strategis pengelola bandara dalam mengantisipasi lonjakan tersebut.
“Kami melakukan beberapa mitigasi, salah satunya dengan pengaturan slot atau pembatasan jumlah penerbangan di waktu yang bersamaan. Hal ini krusial untuk menghindari penumpukan saat proses check-in,” jelasnya.
“Selain itu, kami melakukan inovasi teknis dengan memperpanjang meja di area Security Check Point (SCP). Kapasitas yang tadinya hanya dapat melayani 6 penerbangan dalam satu jam, kini meningkat menjadi 7 penerbangan dalam waktu yang bersamaan,” tambah Anton.
Sebagai informasi, rute favorit selama momen Lebaran kali ini masih didominasi oleh tujuan CGK dengan total 23.634 orang, disusul oleh KNO sejumlah 7.927 orang dan PKU sebanyak 7.313 orang. (***)










