Menurutnya, tren positif tersebut juga menjadi indikator bahwa sektor industri dan ekspor-impor Batam terus bergerak seiring meningkatnya investasi di kawasan.
“Dengan dukungan layanan direct call yang terus berkembang serta jaringan pelayaran yang semakin luas, kami optimistis volume peti kemas akan terus meningkat. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Batam maupun Kepulauan Riau,” tambahnya.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Pelabuhan Batu Ampar sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Seiring peningkatan konektivitas ke berbagai pelabuhan domestik maupun internasional, sektor logistik diproyeksikan akan terus menjadi penopang utama pertumbuhan investasi, perdagangan, dan industri di Batam. (Iman Suryanto)










