Menurutnya, mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut. Ia menekankan bahwa keberlanjutan destinasi wisata sangat bergantung pada kelestarian lingkungan.
“Sebagai pelaku pariwisata, kita memiliki tanggung jawab moral menjaga alam. Jika ekosistem rusak, maka daya tarik wisata juga akan menurun,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai penyerap karbon dan habitat biota laut, hutan mangrove yang terawat juga memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata.
Ke depan, ASPPI berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan wisatawan terhadap pentingnya praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Aksi “Mangrove for Life” diharapkan menjadi pemicu bagi organisasi lain dan masyarakat luas untuk terus berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui gerakan hijau yang konsisten.(Iman)









