Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah agar cadangan pangan yang tidak lagi memenuhi standar sebagai beras konsumsi tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang.
Intervensi pemerintah tidak berhenti pada komoditas beras. Harga jagung sebagai salah satu bahan baku utama pakan ternak juga menjadi perhatian.
Zulkifli mengatakan pemerintah melalui Perum Bulog akan melepas stok jagung sekitar 150 ribu ton dengan harga Rp5.500 per kilogram.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu peternak ayam dan pelaku UMKM yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku pakan.
Pasalnya, harga jagung di pasar saat ini berada pada kisaran Rp7.000-Rp7.500 per kilogram.
“Langkah ini agar harga pangan tidak terlalu tinggi, karena harga jagung di pasar berada pada kisaran Rp7.000-Rp7.500 per kilogram. Jadi kami lelang stok jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam,” kata Zulkifli.
Dengan harga pelepasan pemerintah yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, intervensi tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi peternak. Pada akhirnya, stabilitas harga pakan juga diharapkan ikut menjaga harga produk pangan asal peternakan di tingkat konsumen.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan melalui dua jalur sekaligus, yakni memberikan bantuan langsung kepada masyarakat rentan dan memperluas akses terhadap pangan bersubsidi.
