Batam Dibidik Jadi Pusat Bahan Bakar Kapal Masa Depan, Pupuk Indonesia Siapkan Pabrik Amonia

Ke depan, amonia dinilai berpotensi menjadi bagian penting dari transformasi industri tersebut. Sejumlah negara bahkan mulai menyiapkan fasilitas pelabuhan untuk mendukung layanan pengisian bahan bakar amonia, termasuk di kawasan Asia Pasifik.

Pupuk Indonesia sendiri memiliki rencana pengembangan industri amonia dengan kapasitas produksi mencapai tujuh juta ton per tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan menjadi yang terbesar di kawasan Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Pasifik.

Bacaan Lainnya

Rahmad menegaskan, pengembangan industri ini tidak dimaksudkan untuk membatasi keterlibatan investor asing. Sebaliknya, kerja sama terbuka bagi berbagai mitra guna mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

“Yang kita inginkan apa? Nilai tambahnya ada di dalam negeri. Jadi, itu sekali lagi, this is not resource nationalism, this is resource industrialization atau hilirisasi. Kita, ekonomi Indonesia yang terbuka dan kita inginkan Batam akan menjadi salah satu maritime hub yang terbesar di dunia nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan penjajakan investasi Pupuk Indonesia sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai model pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

BP Batam menyatakan kesiapan memfasilitasi kebutuhan investor, terutama terkait kepastian lokasi pembangunan dan percepatan proses perizinan serta pengalokasian lahan.

Menurut Fary, setelah proyek masuk dalam kategori ready to invest, BP Batam akan membentuk tim bersama Pupuk Indonesia untuk mempercepat pembahasan teknis dan langkah strategis.

“Kalau sudah masuk dalam ready to invest, BP Batam akan membentuk tim bersama dengan teman-teman di Pupuk Indonesia. Kami sudah tunjuk beberapa direktur kami dan juga dari Pupuk Indonesia untuk melakukan komunikasi lebih teknis agar langkah-langkah strategis sudah kita bisa lakukan,” kata Fary.

Saat ini, Pupuk Indonesia masih mengevaluasi sejumlah lokasi potensial untuk pembangunan fasilitas pabrik amonia. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kesesuaian lahan serta rencana pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *