Ketua Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri, Novianto, menyoroti peran media dalam mendorong ekonomi pariwisata Batam. Menurutnya, liputan media asing akan memberikan dampak promosi yang bernilai ekonomi tinggi tanpa biaya besar.
“Media adalah investasi promosi jangka panjang. Ketika Batam diliput positif, itu akan mendorong kepercayaan pasar,” ujarnya.
Selain itu, sektor kuliner juga menjadi bagian penting dari rantai ekonomi pariwisata Batam.
“Wisata kuliner Batam punya daya tarik kuat. Ini menggerakkan ekonomi lokal, dari restoran besar hingga UMKM,” kata Novianto.
Dengan meningkatnya kunjungan institusi asing dan perusahaan multinasional, Pemerintah Kota Batam optimistis sektor MICE akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
“Target kami bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas belanja dan nilai ekonomi yang dihasilkan,” tutup Ardi.
Kunjungan PTPTN Malaysia menjadi bukti bahwa Batam tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga semakin relevan secara ekonomi sebagai hub MICE dan pariwisata bisnis di kawasan regional. Jika tren ini terus berlanjut, Batam berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi jasa dan pariwisata paling kompetitif di Indonesia bagian barat.(**)










