Pada tahun 2024, angka kemiskinan di Batam tercatat sebesar 4,85 persen atau sekitar 83,57 ribu jiwa. Namun pada 2025 angka tersebut berhasil turun menjadi 3,81 persen atau sekitar 68,04 ribu jiwa. Dengan demikian, tingkat kemiskinan di Batam mengalami penurunan sebesar 1,04 poin persentase.
Capaian ini menempatkan Batam sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Kepulauan Riau. Secara regional, Batam juga menempati peringkat kelima daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Pulau Sumatera, serta berada di posisi ke-27 secara nasional dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Menurut Amsakar, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Dari sisi investasi, Batam juga terus menunjukkan daya tarik yang kuat di mata investor internasional. Sepanjang tahun 2025, lima negara dengan nilai investasi terbesar di Batam berasal dari Singapura, Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, serta Hong Kong.
Dominasi investor dari kawasan Asia tersebut mencerminkan kepercayaan global terhadap Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan yang strategis di kawasan Asia Tenggara.
Ke depan, BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan investasi melalui percepatan proses perizinan, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta menciptakan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para investor.
Amsakar menilai bahwa di tengah dinamika geopolitik global pada tahun 2026 yang masih diwarnai ketegangan geopolitik, kebijakan tarif perdagangan, serta gangguan rantai pasok internasional, Batam justru memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi strategis.
Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Batam yang berada di jalur perdagangan internasional yang sangat strategis serta statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Batam diyakini mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang semakin penting bagi Indonesia.
Melalui kegiatan Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026 ini, BP Batam berharap sinergi antara pemerintah, investor, serta seluruh mitra strategis dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong Batam menjadi kawasan investasi unggulan yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan. (***)










