Apalagi Batam saat ini memiliki 31 kawasan industri strategis dan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang kian berkembang dan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut menuntut ketersediaan tenaga kerja terampil, profesional, dan adaptif terhadap transformasi digital.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Batam mendapat dukungan oleh SDM lokal yang kompeten,” tegasnya.
Fary menegaskan, BP Batam juga siap mendorong kolaborasi konkret antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi, dan dunia industri guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya. (Fatih/DN)
