Kegiatan tersebut digelar di dua kota utama di Kepri, yakni di Batam pada 3 Maret 2026 dan di Tanjungpinang pada 7 Maret 2026.
Business matching tersebut mempertemukan 35 pelaku UMKM dengan 4 lembaga keuangan syariah yang berpotensi menjadi mitra pembiayaan bagi pengembangan usaha mereka.
Hasilnya, kegiatan tersebut menghasilkan potensi komitmen pembiayaan sebesar Rp2,265 miliar, atau meningkat 3,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Rony, peningkatan komitmen pembiayaan ini menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah semakin berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Kepri.
“Sinergi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan syariah menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah,” jelasnya.
KURMA sendiri merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan bazar produk UMKM, tetapi juga berbagai kegiatan edukasi, literasi keuangan syariah, hingga promosi produk halal.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis berupaya mempercepat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.
Dengan meningkatnya transaksi serta potensi pembiayaan yang berhasil dihimpun, KURMA 2026 diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di kawasan barat Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis ekonomi syariah,” tutup Rony. (Iman Suryanto)










