Sejumlah organisasi yang dinilai perlu terlibat antara lain Kamar Dagang dan Industri Indonesia, APINDO, serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia.
“Mereka perlu duduk bersama membahas kondisi riil di lapangan dan merumuskan langkah taktis agar dampaknya tidak meluas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan penyangga jangka pendek, seperti insentif logistik, efisiensi rantai distribusi, hingga skema dukungan bagi industri yang terdampak langsung oleh gangguan pasokan global.
Jika mitigasi dilakukan cepat dan terkoordinasi, dampak tekanan eksternal masih dapat diredam sehingga stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga.
“Situasi ini menjadi peringatan bahwa ketahanan rantai pasok dan energi sangat penting bagi daya tahan ekonomi nasional,” pungkasnya.(Iman)










