Rafky menyebutkan, meningkatnya biaya transportasi logistik akan mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menekan daya beli masyarakat.
“Jika biaya transportasi naik, maka harga kebutuhan pokok berpotensi ikut naik. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
APINDO Batam juga telah menerima informasi mengenai kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan bahan baku, seperti chip dan biji plastik. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi pelaku industri dalam menjaga efisiensi dan daya saing.
Meski demikian, Rafky menilai daya saing industri bersifat relatif dan sangat bergantung pada dukungan kebijakan yang diberikan pemerintah.
Untuk menjaga keberlangsungan usaha dan menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), APINDO Batam berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui insentif fiskal maupun nonfiskal.
“Kami berharap ada kebijakan yang membantu perusahaan bertahan di tengah tekanan biaya. Dukungan ini penting agar dunia usaha tetap berjalan dan tidak sampai melakukan PHK,” tutupnya. (Iman)
