KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kehadiran pot-pot bougenville berukuran besar yang tersebar di sejumlah ruas jalan Kota Batam memicu polemik di tengah masyarakat.
Proyek penataan estetika kota tersebut disebut-sebut dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan publik terkait transparansi serta bentuk dukungan perusahaan terhadap pemerintah.
Menanggapi isu yang berkembang, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat ditemui KE Groups pada Kamis (23/4/2026) pagi, menjelaskan mengenai mekanisme CSR yang diterima pihaknya.
Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak menerima dana tunai dari perusahaan, melainkan menerima bantuan dalam bentuk barang yang langsung diwujudkan oleh perusahaan penyumbang.
“CSR yang kami terima itu bukan uang. Kami menerima barangnya saja. Jadi perusahaan menanyakan apa yang bisa dibantu, misalnya pot dan bunga. Nah, perusahaan kemudian mengeluarkan dana CSR mereka untuk mengadakan barang tersebut,” ujar Ariastuty.
