KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Sektor kemaritiman di Kepulauan Riau semakin menunjukkan prospek cerah seiring langkah agresif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi strategis wilayah lautnya.
Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan kawasan Labuh Jangkar Tanjung Berakit di Kabupaten Bintan yang tengah dijajaki untuk kerja sama investasi dengan pihak swasta.
Melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri Persada, Pemerintah Provinsi Kepri mendorong percepatan pemanfaatan kawasan tersebut sebagai pusat layanan kapal dan aktivitas logistik maritim. Lokasinya yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan Tanjung Berakit memiliki daya tarik tinggi bagi investor sektor pelayaran dan energi.
Direktur Operasional PT Pelabuhan Kepri Perseroda, Tajudin Mansyur, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengakselerasi realisasi kerja sama investasi guna mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan tersebut.
“Pengembangan labuh jangkar ini bukan hanya soal tempat kapal berlabuh, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem ekonomi maritim yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya saat ditemui KE Group pada Minggu (7/6/2026) siang.
Secara nasional, sektor labuh jangkar memiliki nilai ekonomi yang sangat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, potensi penerimaan dari layanan labuh jangkar di Indonesia mencapai sekitar Rp1,5 triliun pada tahun 2020. (data Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, red)
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor ini merupakan salah satu sumber pendapatan strategis yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh daerah, termasuk di Kepri yang berada di jalur pelayaran tersibuk dunia.
Di tingkat daerah, Kepulauan Riau memiliki sedikitnya enam titik labuh jangkar utama, termasuk Tanjung Berakit, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
