KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – PT Samator Indo Gas resmi mengoperasikan filling station berteknologi digital di Batam, Kepulauan Riau, sebagai langkah memperkuat infrastruktur distribusi gas industri sekaligus mendukung pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan investasi di daerah tersebut.
Direktur Utama PT Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, mengatakan investasi ini dilakukan untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan gas industri seperti oksigen, nitrogen, dan argon yang terus tumbuh seiring ekspansi sektor manufaktur di Batam.
Menurutnya, permintaan gas industri saat ini meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Batam memiliki pertumbuhan industri yang sangat pesat. Permintaan oksigen, nitrogen, dan argon meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Karena itu, kami memandang perlu melakukan investasi untuk memperkuat kapasitas distribusi,” ujar Rachmat usai peresmian fasilitas tersebut di Batam, Selasa (28/7/2026).
Rachmat menjelaskan, fasilitas filling station yang diresmikan merupakan generasi terbaru dengan sistem operasional berbasis digital. Teknologi tersebut memungkinkan seluruh proses distribusi dipantau secara real time, termasuk tekanan gas dan berbagai parameter operasional lainnya.
Ia menyebut fasilitas tersebut menjadi salah satu yang paling modern yang dimiliki perusahaan sehingga mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjamin keandalan pasokan gas industri.
Pasokan gas dari Samator saat ini dimanfaatkan oleh berbagai sektor strategis di Batam, mulai dari industri baja, galangan kapal, oleochemical, hingga industri elektronik yang terus berkembang.










