BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy ke Jepang, Potensi Listrik Capai 20 MW

“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.

Peluang kerja sama tersebut langsung mendapat respons dari JFE Engineering Corporation, perusahaan asal Jepang yang memiliki pengalaman di bidang rekayasa dan infrastruktur energi.

Bacaan Lainnya

Usai sesi presentasi, BP Batam menggelar pertemuan khusus dengan JFE Engineering untuk membahas peluang pengembangan WtE di Batam.

Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah Batam berpotensi dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas sekitar 20 megawatt (MW).

Jika potensi tersebut terealisasi, energi yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 20.000 rumah.

Meski demikian, angka tersebut masih merupakan estimasi awal. Kajian lebih mendalam tetap diperlukan untuk menentukan kelayakan teknis, finansial, lingkungan, serta skema investasi proyek.

JFE Engineering menyatakan ketertarikannya untuk datang langsung ke Batam guna mendalami peluang pengembangan proyek tersebut.

Dalam pembahasan selanjutnya, PT PLN (Persero) juga akan dilibatkan sebagai pihak yang berpotensi membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE.

Langkah tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem baru yang menghubungkan pengelolaan sampah, teknologi pengolahan, investasi, hingga penyediaan energi listrik.

Selain menawarkan proyek WtE, BP Batam memanfaatkan APCC 2026 untuk memperluas peluang kerja sama di bidang ekonomi sirkular dan teknologi.

Pada 3 September 2026, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Yokohama dan Kota Batam.

Menurut Ariastuty, ketertarikan calon mitra Jepang terhadap potensi WtE Batam diharapkan tidak berhenti pada pembahasan awal, tetapi berlanjut ke kajian dan pembicaraan yang lebih konkret.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Bagi Batam, pengembangan WtE tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Jika layak secara teknis dan ekonomi, proyek tersebut berpotensi membuka ruang investasi baru, menciptakan aktivitas ekonomi, sekaligus menambah sumber energi terbarukan.

Turut hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut Direktur Pengendalian Investasi BP Batam Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *