Hemat Devisa hingga Rp170 Triliun
Selain mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, penerapan biodiesel B50 diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
BPDP memperkirakan kebijakan tersebut mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun hingga akhir 2026 melalui pengurangan impor bahan bakar solar.
Siapkan Dana Subsidi BBM Nelayan
Di sisi lain, BPDP juga tengah menyiapkan dukungan pendanaan untuk program subsidi bahan bakar bagi kapal nelayan yang saat ini masih dibahas bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT Pertamina (Persero).
Dalam skema tersebut, BPDP akan menanggung selisih harga sekitar Rp3.600 per liter. Zaid meyakini dana pungutan ekspor sawit yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan program tersebut hingga akhir tahun.
Perkuat Kampanye Positif Industri Sawit
Selain mengelola pendanaan, BPDP juga terus memperkuat kampanye positif mengenai industri kelapa sawit Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meluruskan berbagai isu negatif yang kerap mengaitkan industri sawit dengan deforestasi.
BPDP bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta sejumlah asosiasi lainnya aktif melakukan sosialisasi di dalam maupun luar negeri guna memberikan informasi yang lebih utuh mengenai pengelolaan sawit berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Zaid, edukasi kepada publik menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai industri sawit nasional, sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar global.
SUMBER: BISNIS INDONESIA










