KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren positif pada awal 2026. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, nilai ekspor dan impor pada Februari 2026 sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjaga posisi neraca perdagangan tetap surplus.
Nilai ekspor Kepri pada Februari 2026 tercatat mencapai US$ 1.943,99 juta, naik 8,21 persen dibanding Februari 2025 sebesar US$ 1.796,50 juta.
Jika dirinci, Ekspor nonmigas mendominasi dengan nilai US$ 1.572,86 juta. Sementara itu, Ekspor migas tercatat US$ 371,13 juta
Pertumbuhan ini mencerminkan masih kuatnya permintaan global terhadap produk manufaktur dan komoditas unggulan Kepri, terutama sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor daerah.
Di sisi lain, nilai impor Kepri Februari 2026 mencapai US$ 1.813,32 juta, meningkat 7,53 persen dibanding Februari 2025 yang sebesar US$ 1.686,27 juta.
Dimana komposisinya terdiri dari Impor nonmigas sebesar US$ 1.520,74 juta dan Impor migas: US$ 292,58 juta.
Kenaikan impor mencerminkan meningkatnya aktivitas industri di Kepri, khususnya kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk mendukung produksi ekspor.
Meski impor meningkat, Kepri tetap mencatat neraca perdagangan surplus. Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, grafik neraca menunjukkan tren surplus bulanan yang relatif stabil, bahkan sempat mencapai puncak pada pertengahan 2025.
Surplus ini menandakan daya saing ekspor Kepri masih lebih kuat dibanding kebutuhan impornya, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.










