Sebagaimana diketahui, PT Batam Terminal Petikemas merupakan mitra kerja sama BP Batam dalam pengelolaan TPK Batu Ampar. Pengelolaan tersebut berjalan bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).
Dalam proses transformasinya, pengembangan TPK Batu Ampar didukung investasi sekitar 85 juta dollar AS. Investasi tersebut diarahkan untuk modernisasi peralatan bongkar muat, pengembangan lapangan penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan.
Berdasarkan data BP Batam, menunjukkan Container Handling Productivity TPK Batu Ampar meningkat dari 18 BCH menjadi 24 BCH. Sementara Ship Handling Productivity meningkat dari 12 BSH menjadi 40 BSH.
Waktu putar kapal atau Vessel Turnaround Time juga turun dari rata-rata 20 jam menjadi tujuh jam. Adapun Waiting Time berkurang dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.
Penguatan fasilitas tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan layanan pelayaran langsung atau direct call. Pada Januari-Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat 106 call direct call internasional, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 34 call.
Volume peti kemas melalui layanan direct call juga mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan 25.904 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total arus peti kemas TPK Batu Ampar sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen.
Kinerja tersebut menjadi konteks penting dalam pembahasan BTP dengan CMA CGM dan delegasi dari China, terutama terkait pengembangan konektivitas Batam dengan jaringan perdagangan Asia.
