Bukan Sekadar Pindah Rumah, Relokasi KEK Tanjung Sauh Hadirkan Kehidupan Baru

Bagi Antonius, semua perubahan itu memberi satu pelajaran sederhana: rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat memulai kembali kehidupan.

“Yang penting kami bersyukur, sekarang sudah punya rumah seperti ini,” tutupnya.

Bacaan Lainnya

Kisah Antonius menjadi potret bagaimana program relokasi dalam pembangunan KEK Tanjung Sauh tidak hanya menghadirkan hunian pengganti, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun harapan baru di lingkungan yang lebih tertata.

Sebagai informasi, pengembangan KEK Tanjung Sauh merupakan salah satu proyek strategis ekonomi di Batam dengan luas kawasan sekitar 840,6 hektare yang mencakup area darat dan perairan. Kawasan ini diproyeksikan berkembang menjadi pusat industri pengolahan, logistik, distribusi, dan energi.

Pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai KEK dengan komitmen investasi mencapai Rp199,6 triliun. Pada tahap awal pengembangan, pengelola menyiapkan investasi sekitar Rp5–10 triliun dalam lima tahun pertama untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti waduk, pelabuhan, jaringan jalan, sistem pengelolaan air limbah, dan utilitas kawasan.

Dalam jangka panjang, proyek ini juga diproyeksikan mampu menciptakan hingga 366 ribu lapangan kerja, yang diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan investasi nasional.(Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *