Pembangunan kabel laut internasional menjadi semakin strategis seiring pertumbuhan konsumsi data dan kebutuhan konektivitas berkecepatan tinggi di kawasan Asia.
Bagi Batam, keberadaan infrastruktur tersebut dapat memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi berbasis teknologi, khususnya industri data center, cloud, serta ekosistem digital yang membutuhkan koneksi internasional berkapasitas besar.
Posisi geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura juga menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kota industri tersebut sebagai simpul konektivitas digital kawasan.
Dengan terhubungnya Batam melalui sistem kabel laut internasional, akses menuju jaringan digital regional diharapkan semakin efisien dan mampu mendukung ekspansi industri digital di Indonesia bagian barat.
Alwin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, instansi regulator, para mitra, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
“Semoga pendaratan hari ini menjadi pijakan kokoh bagi Indonesia untuk melaju tanpa batas dalam ekosistem digital global,” ujarnya.
Pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban sekaligus menandai tahapan baru pengembangan infrastruktur digital Batam. Dengan target operasional pada 2028, Candle Cable System diharapkan menjadi salah satu fondasi konektivitas yang menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap AI, cloud, dan pusat data.(Iman)











