Citrama Group Siapkan Infrastruktur Air 700 LPS, Dorong Batam Jadi Pusat Industri Digital

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Citrama Group memperkuat ekspansi investasinya di Kota Batam melalui pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kawasan Industri Kabil dengan nilai investasi mencapai USD32,8 juta atau sekitar Rp600 miliar.

Investasi strategis tersebut menjadi bagian dari langkah Citrama Group dalam memperkuat infrastruktur dasar kawasan industri, khususnya penyediaan air bersih untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data (*data center*) dan pengembangan ekonomi digital di Batam.

Bacaan Lainnya

Pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih itu resmi dimulai melalui prosesi *groundbreaking* yang dihadiri Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, pada Kamis (5/11/2026).

CEO Citrama Group, **Michael Wiluan**, mengatakan pembangunan SWRO Kabil merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung investasi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan industri berbasis teknologi digital.

Menurut Michael, pengembangan industri data center tidak hanya membutuhkan lahan dan bangunan, tetapi juga kepastian pasokan air, energi listrik, serta konektivitas internet yang andal dan berkelanjutan.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 liter per detik tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 liter per detik,” ujar Michael Wiluan.

Ia menegaskan, investasi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Citrama Group dalam membangun kawasan industri yang kompetitif dengan memperhatikan keberlanjutan infrastruktur pendukung.

“Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif, tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegasnya.

Proyek SWRO Kabil direncanakan berlangsung dalam dua tahap pembangunan.

Pada tahap pertama, Citrama Group membangun fasilitas dengan kapasitas produksi 300 liter per detik. Selanjutnya, pembangunan tahap kedua direncanakan menambah kapasitas sebesar 400 liter per detik.

Dengan demikian, total kapasitas produksi SWRO Kabil ditargetkan mencapai 700 liter per detik setelah kedua tahap pembangunan terealisasi.

Pos terkait