Dari Batam untuk Indonesia, Anak Ceria Daycare Binaan PGN Juara Tamasya Cinta Lingkungan

Keunikan Program TAMASYA tahun ini terletak pada penguatan tema Cinta Lingkungan.

PGN menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Bank Sampah Mutiara Bersinar, serta Bank Sampah Allium untuk memperkenalkan budaya peduli lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.

Bacaan Lainnya

Melalui berbagai aktivitas kreatif, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan sederhana yang bernilai guna.

Metode pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan aktivitas yang menyenangkan sehingga nilai kepedulian terhadap lingkungan tertanam secara alami dalam keseharian anak.

Konsep tersebut sekaligus membangun kebiasaan positif yang diharapkan terus terbawa hingga mereka dewasa.

Penanggung Jawab Program TAMASYA BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, menjelaskan bahwa Anak Ceria Daycare berhasil lolos sebagai finalis mewakili Kepri sebelum mengikuti penilaian tingkat regional.

Puncak penjurian dilaksanakan secara virtual pada 25 Mei 2026, di mana pengelola Anak Ceria Daycare, Mislikah, mempresentasikan berbagai inovasi program selama lima menit, kemudian melanjutkan sesi wawancara selama sepuluh menit bersama dewan juri.

Penilaian dilakukan oleh pakar parenting Dra. Elly Risman Musa, S.Psi., Psikolog, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Dra. Desi Florita Syahril, M.Si, serta Video Journalist ANTARA Erlangga Bragas Prakorsa.

Menurut Sri Parwanti, aspek yang dinilai tidak hanya kelengkapan administrasi dan legalitas operasional daycare, tetapi juga implementasi empat layanan utama TAMASYA, penerapan program cinta lingkungan melalui praktik 3R, keterlibatan anak, pengasuh, dan orang tua, inovasi program, pelatihan lingkungan, hingga kemampuan peserta mempresentasikan seluruh program secara komprehensif.

Ia menjelaskan, lomba ini merupakan bagian dari peringatan Eka Warsa TAMASYA, yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dalam menerapkan perilaku peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan orang tua dan pengasuh juga semakin meningkat dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan, sekaligus tersedianya sarana pendukung lingkungan yang bersih dan sehat di TAMASYA,” jelas Sri Parwanti.

Keberhasilan Anak Ceria Daycare menjadi salah satu yang terbaik di Regional I menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

Kolaborasi antara dunia usaha melalui CSR PGN, pemerintah melalui BKKBN dan Dinas Lingkungan Hidup, komunitas bank sampah, para pengasuh, hingga orang tua menjadi fondasi utama lahirnya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan mampu menghasilkan dampak nyata ketika dijalankan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ke depan, PGN berharap Program TAMASYA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak serta keluarga di berbagai daerah.

Harapannya sederhana namun bermakna besar: melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sejak usia dini. Sebab, menjaga bumi tidak harus menunggu dewasa. Semuanya bisa dimulai dari ruang bermain, dari sebuah daycare, dan dari tangan-tangan kecil yang belajar mencintai lingkungan setiap hari.( Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *