Dari Tepi Dermaga ke Kursi DPRD, Cara Iman Sutiawan Menjaga Denyut Hidup Pesisir

Kepedulian itu terasa nyata ketika Iman kembali menginjak tanah kelahirannya di Pulau Kasu. Ia meninjau pembangunan jalan sepanjang 3.200 meter yang bersumber dari dana pokok pikiran.

Bagi sebagian orang, jalan itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi masyarakat pulau, jalan adalah urat kehidupan. Jalan memudahkan anak pergi ke sekolah, mempercepat akses kesehatan, dan membuka peluang ekonomi yang sebelumnya terasa jauh.

Bacaan Lainnya

Di tengah peninjauan, Iman beberapa kali berhenti menyapa warga. Ia bercanda dengan nelayan yang baru pulang melaut, mendengar keluhan ibu-ibu, dan berbincang tanpa jarak formal. Ia percaya, pembangunan yang baik selalu lahir dari percakapan sederhana dengan masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Perhatian terhadap nelayan juga hadir dalam bentuk nyata. Boat mesin, sampan ketinting, jaring, bantuan budidaya, hingga alat tangkap disalurkan ke berbagai wilayah pesisir Batam dan pulau sekitarnya.

Di Tanjungriau, ia mendampingi Anggota DPR RI Dapil Kepri, Endipat Wijaya, menyerahkan puluhan sampan lengkap dengan mesin kepada para nelayan. Bantuan itu mungkin tak langsung mengubah segalanya, tetapi memberi tenaga baru bagi mereka yang setiap hari bertaruh dengan ombak demi keluarga di rumah.

Namun perhatian Iman tak berhenti pada bantuan. Saat melihat proses pembuatan sampan, ia justru menyoroti tangan-tangan terampil anak pulau yang membuatnya. Baginya, sampan bukan sekadar alat transportasi laut.

Di dalamnya hidup pengetahuan turun-temurun, rasa terhadap laut, dan identitas masyarakat pesisir. Mendukung nelayan berarti juga menjaga budaya maritim agar tidak hilang ditelan zaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *