Data Center AI Butuh Banyak Air, Pemerintah Siapkan Peta Jalan Pemanfaatan Waduk

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur air, termasuk bendungan dan waduk, untuk mendukung kebutuhan industri pusat data atau data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun, pemanfaatannya harus tetap memperhatikan kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Indonesia memiliki infrastruktur air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk sektor ekonomi digital.

Bacaan Lainnya

“Kita punya cukup banyak bendungan, reservoir, dan lain-lain. Selain kita siapkan untuk kebutuhan pemenuhan rumah tangga, kita lakukan juga pemenuhan kebutuhan industri, di antaranya industri ekonomi digital,” kata Agus saat ditemui wartawan di sela-sela acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Agus mengatakan pemerintah perlu menyusun peta jalan untuk mengakomodasi kebutuhan pusat data di berbagai wilayah. Perencanaan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan air untuk rumah tangga, pertanian, peternakan, dan lingkungan.

Menurutnya, tata kelola air untuk mendukung pusat data berbasis AI juga menjadi perhatian global karena berpotensi memicu persaingan dalam pemanfaatan sumber daya air antarnegara.

“Kita cegah segala bentuk pencemaran, segala bentuk penggunaan air yang tidak tepat guna, tidak efisien. Karena semakin hari, selain ketahanan pangan, ketahanan energi harus kita siapkan, termasuk juga ketahanan air bersih,” ujar Agus.

Pemerintah Petakan Kebutuhan Air dan Energi Data Center AI

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menekankan bahwa pembangunan pusat data berbasis AI harus memperhitungkan ketersediaan energi dan air bersih agar tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengembangan pusat data berbasis AI membutuhkan perhitungan terkait kecukupan pasokan listrik di daerah serta ketersediaan air untuk mendinginkan server.

Komdigi juga memetakan kebutuhan komputasi, perkiraan pertumbuhan pengguna internet, serta lokasi yang memiliki akses konektivitas memadai.

Perencanaan lokasi tersebut diperlukan agar pembangunan pusat data tidak menekan pasokan energi dan air bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kita harus melihat kecukupan energi, tidak boleh energi terganggu untuk hal-hal lain, terutama layanan publik. Tidak boleh juga kebutuhan air terganggu,” kata Meutya pada Kamis (8/10/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *