Di hadapan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Amsakar memaparkan tiga filosofi utama pembangunan yang menjadi arah kebijakan Pemerintah Kota Batam.
Pertama, mengadakan yang belum ada, melalui pembangunan infrastruktur baru yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti pelabuhan dan fasilitas pendukung lainnya.
Kedua, meningkatkan yang sudah ada, yakni memperbaiki dan mengembangkan fasilitas publik agar mampu mengikuti pertumbuhan penduduk serta aktivitas ekonomi.
Ketiga, memberdayakan masyarakat yang lemah, melalui berbagai program pengentasan kemiskinan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Amsakar, ketiga pendekatan tersebut menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi Batam berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga mengingatkan agar program kolaborasi pemerintah pusat dan daerah tidak berhenti pada seremoni semata.
Dengan mengutip puisi Chairil Anwar dan sebuah metafora yang mengundang senyum peserta, ia berharap program SiTaskin Pesisir benar-benar menghasilkan perubahan nyata.
“Banyak agenda nasional yang sifatnya seperti puisi Chairil Anwar, ‘Sekali berarti sudah itu mati’. Meledak-ledak saat acara, tetapi setelah itu seperti Isuzu Panther, nyaris tidak terdengar. Untuk program ini, kami yakin akan melahirkan langkah konkret yang benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya di kawasan pesisir.
Amsakar juga mengajak masyarakat, terutama warga Galang dan Rempang, memanfaatkan berbagai program pemerintah sebagai peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
Menurutnya, semangat bekerja keras dan memaksimalkan potensi lokal akan menjadi modal penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“Dengan kolaborasi yang baik dan kerja keras masyarakat, kami optimistis kesejahteraan nelayan akan terus meningkat dan angka kemiskinan di Batam dapat ditekan lebih rendah lagi,” tutupnya.(Iman Suryanto)










