Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Batam tercatat mencapai US$4,78 miliar.
Besarnya aktivitas industri tersebut ditopang ekosistem kawasan industri dan infrastruktur logistik yang terus berkembang.
Saat ini Batam memiliki 31 kawasan industri, 135 galangan kapal, empat pelabuhan kargo, serta enam pelabuhan penumpang internasional yang menghubungkan Batam dengan Singapura dan Malaysia.
Ariastuty menilai kegiatan yang mempertemukan produsen, pelanggan, dan pelaku industri seperti seminar Yokohama memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas industri.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak hanya bergantung pada kecanggihan produk, tetapi juga pada kemampuan pelaku industri untuk terus belajar dan bertukar pengalaman.
“Bahkan produk yang paling maju bergantung pada sesuatu yang sangat manusiawi, yaitu kemauan untuk belajar, memperbaiki, dan berbagi apa yang kita ketahui,” ujarnya.(Iman)











