Di Balik Terangnya Batam, Ada 273 Kilometer Pipa Gas yang Menjaga Kota Tetap Hidup

“Bila pipa utama ini terganggu, proses perbaikannya tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam. Seluruh jaringan harus dikosongkan terlebih dahulu dan itu bisa memakan waktu hingga sekitar satu minggu,” jelasnya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor industri. Pemadaman listrik juga akan menghentikan pompa distribusi air bersih, mengganggu jaringan internet, hingga membuat ribuan rumah tangga kehilangan akses memasak menggunakan gas.

Bacaan Lainnya

“Kalau listrik mati, pompa air berhenti. Internet ikut terganggu. Aktivitas masyarakat bisa lumpuh karena semuanya saling terhubung,” katanya.

Jaringan gas PGN Batam saat ini menghubungkan berbagai kawasan strategis, mulai dari Muka Kuning, Batu Ampar, Simpang menuju kawasan industri, Kabil, Eco Green, hingga kawasan sekitar Bandara Hang Nadim. Sejumlah pembangkit listrik utama di kawasan Kabil juga bergantung pada pasokan gas dari jaringan tersebut.

Karena itu, setiap pekerjaan konstruksi maupun penggalian di sekitar jalur pipa harus dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak merusak infrastruktur bawah tanah yang bernilai strategis tersebut.

PGN juga terus memperluas jaringan distribusi gas. Tahun ini, pengembangan diarahkan ke sejumlah kawasan yang selama ini belum terlayani, termasuk wilayah sekitar bandara dan kawasan permukiman baru yang pertumbuhannya semakin pesat.

Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Batam yang terus berkembang sebagai pusat industri, logistik, dan investasi nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *