Dibina Pertamina Patra Niaga, KWT di Batam Ubah Limbah Sabut Kelapa Jadi Peluang Ekonomi

Namun, di balik skala kecil tersebut, terdapat potensi besar jika dikembangkan lebih luas. Permintaan cocopeat di pasar pertanian modern, hidroponik, hingga bahan baku hortikultura terus berkembang seiring meningkatnya tren pertanian berkelanjutan.

Inovasi seperti ini juga memiliki relevansi dengan isu ekonomi yang lebih luas. Penggunaan cocopeat sebagai alternatif media tanam yang lebih murah berpotensi membantu menekan biaya produksi pertanian skala kecil.

Bacaan Lainnya

Dalam jangka panjang, hal ini dapat berkontribusi pada efisiensi biaya pangan rumah tangga, yang secara tidak langsung berkaitan dengan pengendalian inflasi pangan di daerah.

Selain itu, pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan baku pertanian konvensional.

Dari sabut kelapa yang semula dianggap tidak berguna, KWT Kampung Berdikari Nongsa kini menemukan jalan baru.
Dengan dukungan dan pendampingan Pertamina Patra Niaga, limbah perlahan berubah menjadi peluang bukan hanya untuk lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat dari tingkat paling kecil. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *