KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Menyambut momentum Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026, Bandara Internasional Hang Nadim Batam memastikan kesiapan penuh seluruh aspek operasional dan fasilitas penunjang.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga menjadi strategi penting dalam mendorong pergerakan ekonomi daerah, khususnya sektor transportasi, pariwisata, dan jasa pendukung di Kota Batam.
Manajemen PT Bandara Internasional Batam menegaskan bahwa seluruh layanan kebandarudaraan telah disiapkan secara optimal.
Kesiapan ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Batam yang digelar pada 9 Februari 2026 lalu, dengan penekanan pada peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai arahan Wali Kota Batam.
Dalam menghadapi lonjakan penumpang pada jam-jam sibuk, pihak bandara melakukan penguatan manajemen operasional, penataan alur penumpang, serta pengawasan ketat di titik-titik rawan penumpukan. Tujuannya jelas, memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan efisien, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada konektivitas udara Batam.
Sebagai bagian dari stimulus ekonomi selama periode mudik, PT Bandara Internasional Batam memberlakukan potongan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50 persen. Kebijakan ini mencakup tarif Pelayanan Jasa Penumpang (PJP2U) serta Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).
Potongan tarif tersebut merupakan amanat dari Kementerian Perhubungan melalui Surat Nomor AU.005/1/2/PHB/2026 tentang Pengenaan Potongan Harga Tarif Jasa Kebandarudaraan Periode Angkutan Lebaran Tahun 2026. Program diskon ini berlaku untuk periode penerbangan 14–19 Maret 2026, dengan pembelian tiket yang telah dibuka sejak 10 Februari 2026.
Kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada penurunan harga tiket pesawat, sehingga meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan minat perjalanan udara. Efek bergandanya pun diprediksi akan terasa pada sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi darat di Batam.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan tiket pada periode puncak Lebaran mendorong maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan.
“Sejumlah maskapai telah mengajukan rencana penambahan penerbangan atau extra flight. Garuda Indonesia mengajukan extra flight pada 17, 18, 19, dan 28 Maret 2026. Sementara Citilink berencana menambah penerbangan pada periode 13–28 Maret 2026 untuk rute Batam–Jakarta–Batam,” jelas Annangdalam keterangan resminya pada Senin (23/2/2026).
Tak hanya itu, khusus pada 19 Maret 2026, Citilink juga mengajukan extra flight untuk rute Batam–Surabaya–Batam. Annang menambahkan, tidak menutup kemungkinan maskapai lain, termasuk dari Lion Group, akan turut mengajukan extra flight seiring meningkatnya permintaan pasar.
Penambahan penerbangan ini dinilai strategis dalam menjaga kelancaran arus penumpang, sekaligus mendukung aktivitas bisnis dan kunjungan keluarga yang menjadi ciri khas pergerakan ekonomi saat Lebaran.
Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, manajemen bandara juga akan membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh fasilitas, operasional bandara, dan kesiapan personel gabungan berjalan maksimal.
“Tujuan utama posko terpadu adalah memastikan operasional bandara berjalan lancar dan respons cepat terhadap potensi lonjakan penumpang maupun situasi darurat,” tambah Annang.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bandara Internasional Hang Nadim Batam optimistis mampu menjadi motor penggerak kelancaran Angkutan Lebaran 2026 sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.
Manajemen PT Bandara Internasional Batam juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak dini, memantau kanal resmi maskapai atau aplikasi penjualan tiket, serta datang lebih awal ke bandara guna menghindari antrean panjang.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, mudik Lebaran 2026 diharapkan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah. (****)
