KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Arus kedatangan warga negara asing (WNA) ke Batam menunjukkan tren positif dan menjadi sinyal menggembirakan bagi pergerakan ekonomi daerah.
Berdasarkan data statistik perlintasan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, tercatat sebanyak 40.022 WNA masuk ke wilayah Batam selama periode 14–17 Februari 2026.
Secara rinci, jumlah kedatangan WNA pada 14 Februari 2026 mencapai 11.726 orang, kemudian 8.184 orang pada 15 Februari 2026, kembali meningkat menjadi 11.650 orang pada 16 Februari 2026, dan 8.462 orang pada 17 Februari 2026.
Angka ini mencerminkan konsistensi arus masuk wisatawan dan pelaku perjalanan internasional melalui Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia.
Dominasi WNA asal Singapura menempati posisi teratas, disusul Malaysia, India, China, Myanmar, Filipina, Korea Selatan, Jepang, Bangladesh, dan Amerika Serikat.
Komposisi ini menegaskan kuatnya konektivitas regional Batam dengan negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur, sekaligus membuka peluang besar bagi sektor perdagangan, pariwisata, perhotelan, transportasi, dan jasa pendukung lainnya.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana, menyampaikan bahwa tingginya angka kedatangan WNA tersebut berimplikasi langsung terhadap geliat ekonomi lokal.
“Data ini menunjukkan Batam masih menjadi destinasi strategis bagi WNA, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun kunjungan singkat. Arus kedatangan yang stabil tentu berdampak positif pada perputaran ekonomi daerah, terutama sektor jasa dan pariwisata,” ujar Kharisma Rukmana saat dihubungi KE Group pada Senin (23/2/2026) siang.
Ia menambahkan, pihak imigrasi terus berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang optimal, cepat, dan aman guna mendukung iklim investasi serta kenyamanan pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Batam.
Peningkatan perlintasan WNA ini juga dinilai sejalan dengan mulai pulih dan menguatnya aktivitas ekonomi regional menjelang bulan Ramadhan.
Dengan posisi geografis yang strategis dan infrastruktur pelabuhan serta bandara yang memadai, Batam diproyeksikan terus menjadi magnet ekonomi yang menopang pertumbuhan Kepulauan Riau dan nasional. (Iman)
