KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA) Batam mendukung penguatan agenda keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi melalui inisiatif Indonesia Net Zero Campus, sebuah program yang mendorong perguruan tinggi berperan aktif dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dukungan ini sejalan dengan semakin pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi contoh penerapan praktik ramah lingkungan melalui pengelolaan energi, air, sampah, transportasi, dan fasilitas kampus secara lebih efisien.
Program Indonesia Net Zero Campus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong penerapan langkah-langkah menuju emisi nol bersih (net zero emissions) di sektor pendidikan tinggi Indonesia. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga penelitian, institusi pendidikan, pemerintah, dan mitra terkait.
Peluncuran Laporan dan Panduan Indonesia Net Zero Campus
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah kegiatan “Peluncuran Laporan dan Panduan – Mendorong Aksi Menuju Transisi Net Zero di Perguruan Tinggi”, yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 08.30–13.00 WIB di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Jakarta.
Kegiatan ini dirancang untuk menyampaikan temuan utama Analysis Report, meluncurkan Net Zero on Campus Guide dalam Bahasa Indonesia, serta memperkenalkan Fase 2 Program Indonesia Net Zero Campus.
Laporan analisis diharapkan menjadi salah satu rujukan dalam memahami kondisi, tantangan, dan peluang penerapan agenda net zero di perguruan tinggi. Sementara itu, panduan berbahasa Indonesia ditujukan untuk membantu institusi pendidikan memahami langkah-langkah yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan kapasitas masing-masing kampus.
Pengenalan fase kedua program juga menjadi bagian penting dalam memperluas kolaborasi dan mendorong implementasi inisiatif keberlanjutan agar tidak berhenti pada komitmen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur.











