Dorong UMKM dan Ekonomi Syariah, Pemprov dan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gelar KURMA 2026

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira

Model integrasi ini dinilai mampu memangkas biaya dan waktu masyarakat dalam mengakses berbagai layanan, sekaligus meningkatkan literasi administrasi dan legalitas usaha di kalangan pelaku UMKM.

Di sektor keuangan, KURMA 2026 menghadirkan tematik perbankan dan ekonomi syariah yang dikoordinasikan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan Kepri. Sejumlah perbankan nasional dan daerah turut berpartisipasi, di antaranya Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Riau Kepri (BRK), serta Bank Central Asia (BCA).

Bacaan Lainnya

Masyarakat dapat memperoleh edukasi keuangan, informasi pembiayaan UMKM, literasi ekonomi syariah, hingga membuka rekening dan mengakses layanan perbankan secara langsung di lokasi kegiatan. Kehadiran sektor perbankan ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan dan mendorong transaksi non-tunai selama Ramadan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, KURMA 2026 juga menghadirkan pasar murah sembako yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah menjelang Idulfitri.

Tak hanya sektor ekonomi, event ini juga menjadi panggung promosi pariwisata dan budaya Kepri. Area khusus disiapkan untuk menampilkan tematik bahari, nature dan adventure, permainan rakyat, hingga pertunjukan seni budaya Melayu. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

KURMA 2026 turut diramaikan berbagai perlombaan religi seperti lomba adzan, da’i, sholawat, kompang, dan busana muslim. Puncak acara pada 8 Maret 2026 akan dimeriahkan penampilan spesial sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM yang terlibat.

Dengan konsep terpadu antara bazar UMKM, pelayanan publik, edukasi ekonomi syariah, promosi pariwisata, serta hiburan religi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap KURMA 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat perputaran ekonomi lokal selama Ramadan.

Lebih dari sekadar perayaan, KURMA 2026 diposisikan sebagai instrumen kebijakan ekonomi daerah yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil, mendorong inklusi keuangan, menjaga stabilitas harga, dan mempererat kebersamaan masyarakat di bulan suci. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *