Bagi Batam, pengalaman semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya karakter destinasi wisata. Daya tarik sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh banyaknya tempat yang dapat dikunjungi, tetapi juga oleh pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
Wisata edukasi memberi kesempatan bagi destinasi untuk menghadirkan nilai tambah melalui kegiatan yang mendorong rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan membuka interaksi baru.
Kehadiran Doulos Hope di Pelabuhan Bintang 99 Batam pun menjadi pengingat bahwa laut tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Laut juga dapat menjadi ruang pertemuan gagasan, kebudayaan, dan pengetahuan.
Melalui perpustakaan terapung ini, Batam memperoleh tambahan pilihan wisata yang memadukan karakter maritim dengan semangat literasi. Jika didukung promosi dan pengelolaan yang berkelanjutan, pengalaman serupa berpeluang memperluas daya tarik Batam sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal karena aktivitas industri dan perdagangan, tetapi juga karena ragam pengalaman wisata yang ditawarkannya.(*/iman)
