DPM Dorong UMKM Dairi Tembus Pasar Nasional Lewat Pameran Inacraft

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, melalui pembinaan dari sektor budidaya hingga pengolahan dan pemasaran produk. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil bumi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal.

Produk UMKM binaan DPM, mulai dari Kopi Sinaok hingga keripik pisang dan singkong, dipromosikan melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi dalam pameran Inacraft October Vol. 5 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 7–11 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Keikutsertaan dalam pameran berskala nasional tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperkenalkan produk olahan masyarakat kepada konsumen yang lebih luas.

Program ini merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi warga di sekitar wilayah operasional.

Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan pembinaan menyeluruh, mulai dari produksi bahan baku hingga pemasaran.

“Melalui program PPM, kami ingin mendorong pengembangan usaha masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi budidaya di ladang, tetapi juga menyentuh kreativitas dapur rumahan ibu-ibu pelaku UMKM di Parongil,” kata Radianto, dikutip Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, efisiensi produksi, hingga pembukaan akses pasar melalui ajang seperti Inacraft.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya menghasilkan panen mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi,” tuturnya.

Menurut Radianto, kesempatan mempromosikan Kopi Sinaok dan aneka keripik dalam pameran nasional diharapkan dapat meningkatkan pengenalan produk binaan sekaligus membuka peluang pasar baru.

“Kami berharap keikutsertaan dalam pameran ini menjadi pijakan bagi binaan untuk semakin dikenal dan membuka peluang pasar baru. Bagi kami, pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan saja, melainkan harus dikawal hingga produk-produk lokal ini benar-benar bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pembinaan UMKM dari Budidaya hingga Pengolahan

Dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, DPM menjalankan pembinaan secara berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.

Pada sektor pertanian, perusahaan memberikan bibit kopi, kakao, dan durian kepada kelompok tani, disertai pendampingan pemeliharaan tanaman. Sementara itu, di sektor pengolahan, perusahaan memberdayakan pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu di Parongil dan sekitarnya, untuk mengolah hasil bumi menjadi produk siap konsumsi.

DPM juga menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan dengan melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Dairi.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada September 2026 adalah pelatihan teknik penyangraian atau roasting kopi untuk menjaga karakter cita rasa lokal.

Selain kopi, pelatihan pembuatan dan pengemasan keripik rumahan turut diberikan untuk meningkatkan kualitas produk. Materi pelatihan mencakup aspek higienitas, kerenyahan, daya tahan, hingga tampilan kemasan agar lebih menarik bagi konsumen.

Melalui pembinaan tersebut, hasil bumi Dairi diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *