“Dari hasil pengawasan ini, kami akan menyampaikan kondisi di lapangan ke pemerintah pusat agar stok minyak goreng bisa ditambah. Kalau memang kurang, tentu harus kita minta tambahan,” tegasnya.
Ia berharap kunjungan ini dapat menghasilkan kebijakan konkret yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga pangan di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura yang menemani kunjungan kerja tersebut menegaskan bahwa, secara umum kondisi harga bahan pokok di wilayahnya masih terkendali. Pemerintah daerah terus memastikan pelaksanaan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan sesuai ketentuan.
“Semua sudah disiapkan, termasuk penetapan HET dan mekanisme distribusi. Harga tidak bisa melebihi standar yang ditetapkan, sehingga masyarakat tetap mendapatkan harga yang wajar,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan standar harga menjadi instrumen penting untuk menekan potensi lonjakan harga di daerah kepulauan yang memiliki tantangan biaya logistik lebih tinggi dibanding wilayah daratan.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Batam, Guido XL Pereira, memaparkan bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 4.500 ton untuk beras medium dan 350 ton untuk beras premium. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
“Kekuatan stok kita sekitar tiga bulan. Selain itu, pasokan tambahan sekitar 2.000 ton sedang dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa. Untuk beras premium, sekitar 1.500 ton juga telah kami masukkan pada Maret lalu,” jelas Guido.
Ia menambahkan, Bulog akan terus melakukan pengadaan secara berkala guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.










