Dua Kesepakatan Investasi Baru Perkuat Prospek Ekonomi Batam

“Batam ini sebetulnya seperti gula, jualannya manis sekali dan investor datang sendiri. Tidak khawatir dengan ada yang hilang, tapi yang hari ini datang lebih besar lagi,”

Akhmad Ma’ruf Maulana

Bacaan Lainnya

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Industri panel surya di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menghadapi tekanan setelah kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) berdampak terhadap keberlangsungan sejumlah perusahaan.

Di tengah tantangan tersebut, Batam berupaya menjaga iklim investasi dengan membidik proyek energi baru terbarukan dan membuka peluang pasar ekspor alternatif.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan sebanyak 26 perusahaan panel surya dilaporkan tutup. Namun, ia menilai peluang investasi baru masih terbuka, termasuk melalui rencana pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

“Ada 26 perusahaan yang tutup. Tapi kan ini kita juga sedang mengejar bagaimana agar kita bisa dapat proyek yang PLTS 100 gigawatt,” kata Ma’ruf di Batam, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, tekanan terhadap industri panel surya tidak serta-merta menghilangkan daya tarik Batam sebagai tujuan investasi. Kawasan industri di wilayah tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk menarik investor baru dari berbagai sektor.

“Batam ini sebetulnya seperti gula, jualannya manis sekali dan investor datang sendiri. Tidak khawatir dengan ada yang hilang, tapi yang hari ini datang lebih besar lagi,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *