Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Ansar Dorong Penguatan Sumatera Economic Corridor

KABAREKONOMI.CO.ID,  BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong penguatan konektivitas dan kerja sama ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk mempercepat pengembangan Sumatera Economic Corridor.

Menurut Ansar, posisi geografis Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional memberikan keunggulan strategis untuk menjadi pintu masuk investasi, perdagangan dan ekspor bagi berbagai daerah di Sumatera.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Ansar dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat 1 di Hotel Wyndham Panbil, Batam, Jumat (11/9/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pasca Bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.”

Ansar mengatakan Kepri memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Sekitar 98 persen wilayah Kepri merupakan perairan, sementara daratan hanya sekitar 2 persen.

Kepri memiliki 2.028 pulau, dengan 292 pulau berpenghuni serta 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Vietnam, Kamboja, Singapura dan Malaysia.

“Kepri ini dijuluki sebagai permata biru ekonomi di gerbang utara Indonesia. Itu yang kami tuangkan dalam roadmap transformasi ekonomi Kepulauan Riau,” ujar Ansar.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa dan lokasi yang berdekatan dengan Selat Malaka, Ansar menilai Kepri memiliki peluang besar untuk memainkan peran lebih besar dalam jaringan perdagangan regional.

Ia menyebut lebih dari 80 ribu kapal rata-rata melintas setiap tahun melalui Selat Malaka menuju Alur Laut Kepulauan Indonesia dan melakukan aktivitas perdagangan.

“Rata-rata setiap tahun lebih dari 80 ribu kapal melintas di Selat Malaka menuju Alur Laut Kepulauan Indonesia dan melakukan aktivitas perdagangan,” katanya.

Dorong Investasi Melalui Kawasan Ekonomi

Ansar mengatakan posisi strategis tersebut harus diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi melalui peningkatan investasi, perdagangan, konektivitas dan aktivitas industri.

Kepri, lanjutnya, telah memiliki sejumlah kawasan ekonomi strategis, mulai dari kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ), hingga kawasan yang dikembangkan untuk sektor industri, digital, pariwisata, logistik dan hilirisasi sumber daya mineral.

Keberadaan berbagai kawasan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi yang menawarkan pilihan lokasi sekaligus kemudahan bagi investor.

“Ekosistem-ekosistem inilah yang membentuk ekonomi. Masing-masing kawasan memiliki operator yang dapat mengundang investasi,” ujarnya.

Ansar menilai konsep pengembangan kawasan dengan dukungan berbagai fasilitas dan insentif tersebut dapat direplikasi di wilayah lain di Sumatera untuk memperkuat daya saing kawasan secara bersama-sama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *