Karena itu, Pertamina tidak hanya membangun infrastruktur energi bersih, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat yang menjadi pengelolanya.
Melalui program DEB yang telah menjangkau 262 desa di seluruh Indonesia, Pertamina memberikan edukasi, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi bagi para local hero.
Hingga kini, sebanyak 128 local hero telah tersertifikasi.
Pada 5–7 Agustus 2026, Pertamina kembali memfasilitasi sertifikasi bagi 21 local hero di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai regulasi ketenagalistrikan, metodologi sertifikasi kompetensi, serta pengoperasian dan pemeliharaan PLTS.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan Sertifikat Junior Operator PLTS yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keberlanjutan energi bersih sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas tersebut secara mandiri.
“Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya,” ujar Baron.
Menurut dia, para local hero menjadi mitra strategis Pertamina dalam memastikan program DEB tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi terus memberikan manfaat bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat desa.










