Fokus pada Manfaat Nyata bagi Anggota
Dalam sambutannya, Fandy Iood menegaskan bahwa Munas APPEKNAS tidak boleh hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi titik awal perubahan besar organisasi.
“Munas ini bukan hanya forum untuk menentukan kepemimpinan periode berikutnya. Munas ini harus menjadi titik awal lompatan baru APPEKNAS,” ujar Fandy.
Menurut dia, APPEKNAS harus berani menentukan posisi dan arah baru di tengah perkembangan industri konstruksi nasional.
Ia menekankan, anggota APPEKNAS saat ini tidak hanya membutuhkan layanan administrasi dan sertifikasi, tetapi juga membutuhkan akses terhadap peluang proyek, pembiayaan, teknologi, pengetahuan, jaringan bisnis serta mitra strategis.
“Kita tidak boleh hanya menjadi tempat berhimpun. Kita harus menjadi tempat anggota bertumbuh,” tegasnya.
Fandy juga mengajak seluruh jajaran organisasi mengubah ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan APPEKNAS tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang digelar, tetapi dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan anggota.
“Berapa anggota yang memperoleh peluang usaha? Berapa yang mendapat akses pembiayaan? Berapa yang naik kelas? Berapa kolaborasi dan konsorsium yang terbentuk? Berapa besar nilai ekonomi yang tumbuh karena APPEKNAS?” katanya.
Karena itu, ia mendorong APPEKNAS bergerak dari organisasi yang berorientasi kegiatan menjadi organisasi yang berorientasi pada dampak.
Enam Mesin Pertumbuhan APPEKNAS
Untuk mewujudkan transformasi tersebut, APPEKNAS menyiapkan Blueprint Transformasi APPEKNAS 2031.
Fandy menyebut terdapat enam mesin pertumbuhan yang akan menjadi penggerak transformasi organisasi, yakni APPEKNAS Academy, Business & Project Marketplace, Funding & Investment Center, Digital & AI Platform, Policy Institute & Think Tank, serta Global Partnership Hub.
Keenam instrumen tersebut dirancang sebagai satu sistem yang saling memperkuat untuk meningkatkan daya saing anggota sekaligus memperluas ekosistem bisnis konstruksi nasional.
“Blueprint tidak akan mengubah APPEKNAS. Kita yang akan mengubah APPEKNAS,” ujarnya.
Ia menegaskan, perubahan juga harus diikuti pembenahan tata kelola organisasi. DPP diarahkan menjadi arsitek strategi dan pembangun sistem nasional, DPD menjadi penggerak ekosistem konstruksi di setiap provinsi, sementara DPC menjadi ujung tombak yang memahami kebutuhan anggota dan peluang usaha di daerah.
Menurut Fandy, APPEKNAS ke depan harus meninggalkan pola kerja yang terlalu bergantung pada figur dan beralih pada sistem yang berbasis data, tata kelola, kolaborasi dan profesionalisme.
“Jabatan di APPEKNAS bukan sekadar kehormatan. Jabatan adalah amanah untuk menciptakan manfaat,” katanya.
Target APPEKNAS Menjadi Penggerak Ekosistem Konstruksi
Fandy mengatakan, APPEKNAS tidak harus mengejar predikat sebagai asosiasi dengan jumlah anggota terbesar. Yang lebih penting adalah menjadi organisasi yang paling relevan dan memberikan manfaat terbesar bagi anggotanya.
Ia meyakini, apabila anggota merasakan manfaat nyata, kepercayaan akan tumbuh, anggota baru akan datang, mitra bisnis semakin percaya, investor tertarik dan pemerintah melihat APPEKNAS sebagai mitra strategis pembangunan.
“Kita mungkin belum menjadi asosiasi terbesar hari ini. Tetapi kita bisa menjadi asosiasi yang paling relevan. Kita mungkin belum memiliki anggota terbanyak. Tetapi kita bisa menjadi asosiasi yang memberikan manfaat terbesar,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Fandy Iood secara aklamasi, APPEKNAS memasuki periode kepengurusan 2026-2031 dengan agenda besar untuk membangun organisasi yang lebih profesional, adaptif dan berbasis ekosistem.
Fandy pun mengajak seluruh keluarga besar APPEKNAS menyatukan visi, menghilangkan ego sektoral dan memperkuat budaya kolaborasi agar Blueprint Transformasi APPEKNAS 2031 dapat dijalankan secara konsisten lintas kepengurusan.
“Dari organisasi menjadi institusi. Dari kegiatan menjadi dampak. Dari jaringan organisasi menjadi jaringan ekonomi. Satu visi. Satu arah. Satu APPEKNAS,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan semangat untuk menjadikan APPEKNAS sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi anggota, industri konstruksi dan pembangunan nasional.
“APPEKNAS 2031 — Tumbuh Bersama, Membangun Indonesia. Dari Anak Negeri untuk Indonesia.” (***)










