Generasi Muda dan Tantangan Era Digital, Tokoh Kepri Serukan Penguatan Pancasila dan NKRI

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Penguatan wawasan kebangsaan dinilai semakin penting untuk menjaga karakter dan jati diri generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Gagasan tersebut mengemuka dalam Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/6/2026).

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, yakni Prof. Dr. H.M. Soerya Respationo, S.H., M.H.; Irjen Pol. (Purn.) Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H.; YM Raja Haji Muhammad Amin Ibni Raja Haji Muhammad; Ir. Bambang Hendrawan, S.T., M.SM., CIPMP., CISCP.; serta H. Masrur Amin, S.H., M.H.

Bacaan Lainnya

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan, Rosano, mengatakan kegiatan tersebut merupakan dialog ketiga yang diselenggarakan untuk membangun dan memperkuat wawasan kebangsaan.

Menurut dia, dialog sebelumnya telah digelar di Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia, termasuk di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru melalui kolaborasi dengan FKSS dan RRI. Dialog kedua kemudian dilaksanakan di Tanjungpinang, sebelum dilanjutkan di Batam.

Rosano menilai penguatan wawasan kebangsaan harus menjadi perhatian serius, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.

“Pentingnya wawasan kebangsaan ini karena generasi Gen Z sekarang ini sudah hampir redup. Mental mereka tidak ada punya menghargai orang-orang yang berjasa di negeri ini,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kembali memperkuat nilai etika, adab, penghormatan terhadap jasa para pendahulu bangsa, serta kecintaan terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rosano bahkan mendorong agar hasil dialog tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

Salah satu gagasan yang disuarakan adalah penguatan kembali pendidikan moral Pancasila serta nilai-nilai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam pendidikan dasar.

“Kita akan dorong hasil dialog hari ini ke Bapak Presiden untuk bagaimana pendidikan PSPB, Pendidikan Moral Pancasila. Jika memungkinkan, P4 itu, Pedoman Penghayatan Pancasila, diaktifkan lagi di pendidikan sekolah-sekolah dasar,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *