KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM), mulai dari Pertamina, BP-AKR, Shell Indonesia, hingga Vivo Energy Indonesia, kompak menurunkan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai Juli 2026. Penyesuaian harga dilakukan terutama pada produk BBM beroktan tinggi dan diesel, sementara harga BBM subsidi serta beberapa jenis bensin lainnya tetap dipertahankan.
Di SPBU Pertamina, penurunan harga terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga Pertamax Turbo (RON 98) kini menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750 per liter atau turun sekitar 7%.
Sementara itu, Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter atau sekitar 15%. Adapun Dexlite kini dijual Rp19.700 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp23.000 per liter.
Meski demikian, harga Pertamax (RON 92) tetap bertahan di Rp16.250 per liter. Begitu pula Pertamax Green 95 yang masih dipasarkan seharga Rp17.000 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipertahankan di level Rp6.800 per liter.
