Harga Konsumen Kepri Naik Moderat, Batam Catat Inflasi Tertinggi

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG – Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan dinamika yang relatif stabil pada April 2026.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,06 persen, menandakan tekanan harga masih berada dalam kisaran terkendali meski sejumlah kelompok pengeluaran mengalami kenaikan cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

Secara bulanan (month-to-month), inflasi April 2026 tercatat 0,43 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 0,86 persen. Angka ini menggambarkan adanya peningkatan harga yang konsisten namun belum menunjukkan gejolak tajam.

Tren inflasi dalam setahun terakhir juga memperlihatkan pola fluktuatif namun cenderung meningkat sejak pertengahan 2025. Setelah sempat berada di kisaran 1,32 persen pada Juni 2025, inflasi merangkak naik hingga mencapai puncak 3,54 persen pada Februari 2026 sebelum sedikit melandai menjadi 3,06 persen pada April 2026.

Kondisi ini menandakan adanya dorongan permintaan serta faktor biaya distribusi yang mulai terasa sejak awal tahun.

Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didorong terutama oleh sektor transportasi dan layanan jasa.

Kelompok dengan kontribusi inflasi tertinggi berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,79 persen; Transportasi: 0,57 persen; Penyediaan makanan & minuman/restoran: 0,46 persen; hingga Makanan, minuman & tembakau: 0,72 persen.

Kenaikan pada sektor transportasi umumnya dipicu oleh biaya mobilitas dan distribusi barang, yang berdampak berantai pada harga kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, lonjakan pada sektor jasa mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *