Kombinasi making bed dan towel art mereka tampil menonjol dengan memberikan kreativitas terbaik yang mengusung tema sustainability (keberlanjutan). Untuk menghias hasil karya seni handuknya, mereka menggunakan bunga-bunga asli yang segar, alih-alih menggunakan bunga plastik atau bahan sintetis sekali pakai lainnya.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai sejalan dengan tren global pariwisata hijau (green tourism) yang mengedepankan kelestarian lingkungan.
Kesuksesan ini tidak luput dari riuhnya dukungan yang membakar semangat para peserta. Suasana meriah menyelimuti area kompetisi sejak pagi hari.
Hal ini dikarenakan setiap hotel dan resor yang bertanding turut mendatangkan puluhan supporter yang terdiri dari manajemen dan karyawan masing-masing hotel.
Yel-yel, gemuruh tepuk tangan, dan sorak-sorai dari keluarga besar HARRIS Hotel Batam Center yang hadir langsung di lokasi acara menjadi bahan bakar tambahan bagi Ebejener dan Bagas Anggoro untuk memberikan penampilan yang maksimal di atas panggung kompetisi.
General Manager HARRIS Hotel Batam Center, Dodi Putra menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim housekeeping yang dipimpin oleh Bapak Ridwan sebagai Housekeeper yang telah berjuang.
“Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan konsistensi tim kami dalam menjaga standar pelayanan tertinggi. Mengusung konsep sustainability dengan bunga asli bukan sekadar strategi kompetisi, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang kami terapkan sehari-hari di hotel dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Terima kasih kepada IHKA Kepri, Universitas Batam Tourism Polytechnique, dan KSquare atas terselenggaranya wadah kompetisi yang luar biasa ini,” jelasnya.
