“Go around adalah prosedur normal dalam penerbangan. Pilot memiliki kewenangan penuh untuk membatalkan pendaratan apabila situasi dianggap belum aman. Keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Peristiwa ini terjadi ketika sebagian wilayah Kota Batam tengah diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan jarak pandang menurun dan berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama saat proses lepas landas maupun pendaratan.
Meski sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca, operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam tetap berjalan normal. Pihak bandara terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan maskapai untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan berlangsung aman sesuai prosedur yang berlaku.
Kejadian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa penerapan standar keselamatan penerbangan berjalan sebagaimana mestinya. Keputusan pilot untuk melakukan go around menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga keselamatan penerbangan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Beruntung, setelah kondisi dinilai memungkinkan, pesawat Batik Air dari Kuala Lumpur tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim Batam tanpa menimbulkan gangguan maupun korban, sehingga seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan aman. (Iman Suryanto)










